Deretan Pemain Termahal di Bursa Transfer Pemain

laman bursa transfer pemain, Transfermarkt merilis pemain-pemain termahal dalam sejarah sepak bola di lantai bursa transfer pemain. Striker asal Brasil, Neymar menjadi salah satu pemain termahal bila dihitung dari kegiatannya di bursa transfer pemain.

Dikutip dari berbagai berita bola, Neymar di bursa transfer pemain sudah menghabiskan biaya sekitar 310,2 juta euro. Biaya itu dikeluarkan oleh Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) untuk mendapatkan pemain yang memulai kariernya bersama Santos.

Pemain berusia 27 tahun tersebut dibeli Barcelona dari Santos pada 1 Juli 2013. Kala itu, Los Blaugrana, sebutan Barcelona mengeluarkan mahar sebesar 88,2 juta euro. Dilansir dari berbagai sumber berita bola

Kemudian, Neymar dihargai PSG sebesar 222 juta euro saat dibeli Barcelona pada 3 Agustus 2017. Angka transfer Neymar secara keseluruhan bisa saja bertambah menurut berbagai berita bola.

Pasalnya, sejak Agustus lalu, Neymar sudah berkoar bakal meninggalkan klub asal Prancis tersebut. Dia ingin kembali ke klub lamanya, Barcelona, seperti yang diberitakan di berbagai berita bola.

Lalu, siapa setelah Neymar, pemain yang memiliki nilai tinggi sepanjang sejarah bursa transfer pemain?

Cristiano Ronaldo

Pemain berusia 34 tahun tersebut memiliki total harga transfer sebanyak 230 juta euro. Dia sudah terlibat dalam tiga bursa transfer pemain.

Pemain asal Portugal itu sudah menjadi langganan berita bola. Ia pertama terlibat di bursa transfer pada 12 Agustus 2003. MU mengeluarkan 19 juta euro untuk membeli Ronaldo dari Sporting CP, klub asal Portugal.

Ronaldo juga sempat menjadi pemain termahal di dunia pada 1 Juli 2009. Ketika itu, Real Madrid membelinya dengan harga 94 juta euro dari MU.

Pada 10 Juli 2018, Ronaldo terlibat lagi di lantai transfer pemain. Kali ini, Juventus harus mengeluarkan mahar sebanyak 117 juta euro untuk membeli sang pemain dari Real Madrid.

Romelu Lukaku
Di posisi kedua ada striker Timnas Belgia, Romelu Lukaku. Dia memiliki total harga di bursa transfer sebanyak 203,6 juta euro. Dia berada di bawah Ronaldo setelah terlibat dalam lima bursa transfer.

Harga tertinggi Lukaku terjadi pada 10 Juli 2017. Ketika itu, dia dibeli MU dari Everton dengan mahar 84,7 juta euro.

Dua musim setelahnya, striker berusia 24 tahun tersebut kembali terlibat di bursa transfer. Lukaku dihargai 65 juta euro oleh Inter Milan dari MU.

Alvaro Morata
Sama seperti Lukaku, Alvaro Morata juga sudah lima kali terlibat dalam bursa transfer pemain. Nilai total transfer seorang Morata yakni 179 juta euro.

Harga tertinggi striker asal Spanyol tersebut terjadi pada 21 Juli 2017. Ketika itu, Morata dihargai Chelsea sebesar 66 juta euto dari Real Madrid. Harga tersebut menjadikannya sebagai pemain Spanyol termahal yang pernah dibeli tim asal Inggris.

Saat ini, Morata sedang menjalani masa pinjamannya dari Chelsea bersama Atletico Madrid, Namun, pada 1 Juli 2020 nanti, Atletico Madrid harus menyerahkan uang sebanyak 56 juta euro kepada Chelsea sebagai biaya transfer.

Angel Di Maria
Di posisi keempat ada winger PSG, Angel Di Maria. Harga totalnya di bursa transfer sama seperti Alvaro Morata, yakni 179 juta euro.

Nilai tertinggi winger asal Argentina tersebut terjadi kala dibeli Manchester United dari Real Madrid seharga 75 juta euro. Hal tersebut terjadi pada 26 Agustus 2014.

Namun, setahun setelahnya, dia dilepas MU ke PSG seharga 63 juta euro. Dalam kariernya, pria berusia 31 tahun itu sudah terlibat dalam empat bursa

bursa transfer pemain.


Antoine Griezmann

Antoine Griezmann, striker yang saat ini membela Barcelona, sudah terlibat di bursa transfer hingga dua kali. Total harganya sebesar 174 juta euro.

Pada 28 Juli 2014, Atletico Madrid membeli Griezmann dari klub profesional pertamanya, Real Sociedad dengan harga 54 juta euro.

Harganya pun berlipat ganda ketika Griezmann dibeli Barcelona pda 14 Juli 2019. Los Blaugrana harus merogoh kocek hingga 120 juta euro untuk membeli Griezmann dari Atletico Madrid. Kini, banyak berita bola memburunya.

5 Inspirasi Souvenir Pernikahan Unik Handmade

Souvenir pernikahan merupakan salah satu elemen kecil penting namun memakan biaya cukup besar.

Souvenir pernikahan unik merupakan bentuk ucapan terima kasih atas kedatangan para tamu. Artikel ini akan memberikan beberapa ide souvenir yang dapat Anda buat sendiri dengan hemat dan tidak akan mengganggu anggaran biaya lain.

Terdapat 5 inspirasi souvenir pernikahan yang dapat Anda buat sendiri di rumah. Selain harganya murah, teknik pembuatannya pun cukup mudah karena Anda tidak memerlukan banyak bahan, agen souvenir, atau alat. Berikut adalah beberapa contohnya:

#1 Sabun Handmade

Salah satu ide souvenir pernikahan yang pasti akan berguna untuk semua orang adalah sabun. Siapa yang tidak menggunakan sabun baik ketika cuci tangan atau mandi?

Sabun yang dibuat sendiri harganya tidak mahal, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp13.000.

Anda pun dapat menambahkan bahan lainnya seperti bunga-bunga kering, gandum, atau garam laut sebagai sentuhan unik.

DIY-Ide-Souvenir-Pernikahan-Menawan-1-Finansialku

Untuk kemasannya pun sangat mudah, pertama Anda dapat melapisinya dengan plastik wrap, lalu ditempel dengan stiker tanda terima kasih atau bertuliskan inisial Anda berdua.

Ide ini cukup mudah dibuat dan bahan-bahannya pun mudah didapatkan.

#2 Tanaman Succulent Mini

Souvenir tidak harus sebuah benda mati, sebenarnya Anda juga dapat memberikan benda hidup untuk dirawat misalnya tanaman succulent mini.

Tanaman succulent ini dapat hidup di dalam atau di luar ruangan. Anda dapat menemukan tanaman ini di penjual tanaman mana saja.

Untuk menjadikan tanaman ini sebagai souvenir, Anda dapat membeli wadah seharga Rp1.000.

Kemudian dengan harga Rp3.000 saja Anda dapat membeli tanaman ini lengkap dengan medianya (pasir atau batu atau tanah).

Untuk ucapan terima kasih, Anda dapat menancapkannya atau mengikatnya di kotak kemasan tanaman ini.

Karena wadahnya terbuat dari kaca, sebaiknya Anda berhati-hati ketika membagikannya agar tidak pecah. Ide yang unik dan berkesan bukan?

#3 Bibit Tanaman

Masih seputar benda hidup, souvenir lain yang dapat Anda berikan untuk para tamu undangan adalah bibit tanaman.

Bibit tanaman ini dapat Anda bungkus di kertas kemasan yang telah dipersonalisasikan, misalnya dengan ucapan terima kasih, inisial Anda berdua atau kata-kata manis.

DIY-Ide-Souvenir-Pernikahan-Menawan-5-Finansialku

Harganya sendiri sangat ekonomis, Anda dapat membeli 1 kg bibit tanaman dan membaginya ke dalam 20-25 bungkus tergantung anggaran.

1 kg bibit tanaman berkisar Rp25.000 sampai dengan Rp35.000. Jangan lupa menuliskan bagaimana cara menumbuhkannya serta khasiat di balik tanaman tersebut.

#4 Biji Kopi atau Daun Teh

Minuman juga sebenarnya dapat dijadikan souvenir jika dikemas dalam kemasan yang menarik.

Salah satu contohnya adalah biji kopi atau daun teh. Biji kopi dapat dibeli dari toko penjual biji kopi atau online, harganya pun sangat murah, tergantung dari jenis kopinya.

Anda dapat menemukan biji kopi dengan harga Rp35.000 sampai dengan Rp50.000 per kilogram. Satu kilogram kopi tersebut dapat dibagi menjadi 10-15 bungkus.

Cara membungkusnya tentu harus unik agar menarik bagi para tamu. Salah satu idenya adalah dengan menggunakan kantong goni kecil dengan cetakan inisial nama Anda.

DIY-Ide-Souvenir-Pernikahan-Menawan-7-Finansialku

Selain biji kopi, Anda pun dapat memberikan daun teh sebagai souvenir pernikahan.

Daun teh juga dapat ditemukan di berbagai tempat dan harganya pun terjangkau. Anda dapat mengemasnya dalam kotak atau kantong kain.

Jika anggaran Anda mencukupi, Anda dapat mengemas daun teh di dalam wadah gelas atau plastik.

Baik biji kopi maupun daun teh, ingatlah untuk menuliskan tipe, tanggal kadaluarsa, dan cara penyeduhannya.

#5 Kartu Ucapan

Kartu ucapan dapat menjadi salah satu inspirasi souvenir DIY (Do It Yourself) Anda. Caranya cukup mudah, Anda hanya perlu menyiapkan kertas HVS atau kertas yang memiliki tekstur (jika anggaran mencukupi).

Kemudian, bagilah kertas menjadi 2 bagian dan lipatlah kertas tersebut secara vertikal.

Di sini, Anda membutuhkan kreativitas Anda untuk menghias kartu ucapan tersebut.

DIY-Ide-Souvenir-Pernikahan-Menawan-6-Finansialku

Anda dapat menghiasnya dengan tanaman kering atau pernak-pernik kecil. Anda pun dapat membuat kartu untuk berbagai perayaan, misalnya ulang tahun, hari raya, hari jadi dan lainnya.

Bungkuslah kartu ucapan ini di dalam plastik bening atau kertas kalkir. Jangan lupa selipkan ucapan terima kasih di dalam bungkus kartu ucapan tersebut.

5 Rekomendasi Film Terbaru di Maret 2020

Menonton film memang jadi hobi yang tidak pernah membosankan. Kemunculan film terbaru, selalu jadi yang ditunggu-tunggu banyak kalangan. Di Bulan Maret 2020 ini, ada banyak pilihan film yang siap menghiburmu di segala suasana.

Mulai dari film animasi Onward hingga film horor yang berangkat dari kisah viral yaitu KKN di Desa Penari. Berikut ini telah kami rangkum 5 film terbaru yang tayang pada bulan Maret 2020.

1. Siapa yang sudah nggak sabar menanti kehadiran Chris Pratt dan Tom Holland di film animasi Onward?

Film Terbaru Maret 2020 | Image Source: bbc.uk

Film animasi yang diproduksi oleh Pixar ini, bercerita tentang kisah dua elf remaja bersaudara bernama Ian (Tom Holland) dan Barley (Chris Pratt). Mereka berpetualang untuk mencari jawaban apakah masih ada sisa kekuatan magis di dunia mereka. Hal ini dilakukan agar mereka dapat bertemu kembali dengan ayah yang telah meninggal pada saat mereka kecil. Akankah Ian dan Barley berhasil menjalankan misi mereka? Saksikan mulai 4 Maret 2020, di bioskop kesayangan.

2. Liu Yifei terlihat sangat mirip dengan karakter Mulan yang ada pada film kartun, anggun banget deh!

Film Terbaru Maret 2020 | Image Source: Magdalene.co

Jalan cerita pada live action Mulan dirasa tidak terlalu berbeda jauh dengan versi kartunnya. Kecintaan terhadap ayah dan juga negara membawa wanita cantik pemberani bernama Mulan, berjuang di medan perang dan menyamar sebagai seorang pria.

Biaya pembuatan film Mulan menyentuh angka yang cukup fantastis yaitu US $ 290 juta. Film Mulan akan menampilkan pemandangan daratan China di masa lalu yang menawan. Mulan akan tayang pada 25 Maret 2020.

3. Seberapa jauh manusia akan melangkah untuk bertahan hidup? Temukan jawabannya di Film A Quiet Place 2

Film Terbaru Maret 2020 | Image Source: Cinemags

Sekuel dari A Quiet Place pada 2018 lalu, A Quiet Place 2 akan hadir pada 18 Maret nanti. Pada film perdananya, A Quiet Place bercerita tentang keluarga yang harus bertahan hidup dengan tidak bersuara agar terhindar serangan monster atau makhluk menyeramkan. Pada sekuel-nya kali ini, kemungkinan akan ada banyak sudut pandang baru yang bermunculan.

Cillian Murphy, dipastikan akan hadir sebagai tokoh baru pada film ini. Pada trailer-nya, terlihat Evelyn membawa ketiga anaknya pergi jauh mencari tempat baru. Merek akan semakin sulit bertahan karena ada bayi yang harus dilindungi.

4. KKN di Desa Penari berawal dari cerita viral yang akhirnya diangkat ke film layar lebar

Film Terbaru Maret 2020 | Image Source: Tribunnews

Kisah menyeramkan yang viral lewat media sosial Twitter ini, bercerita tentang sekelompok mahasiswa yang  melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Penari. Dalam cerita ini, terdapat sosok jin jahat yang bernama Badarawuhi sang sosok penari. Badarawuhi dipercaya menempel pada sosok Widya dan berhasil mempengaruhi sosok Bima dan Ayu sehingga terjebak pada perbuatan yang tak seharusnya. Jika kamu penasaran dengan ceritanya, kamu bisa saksikan  film bioskop terbaru 2020 ini, tayang tanggal 19 Maret 2020.

5. Siapa yang dulu sering nonton sinetron Tersanjung? Yuk flashback dengan nonton filmnya

Film Terbaru Maret 2020 | Image Source: Kompas.com

Sinetron Tersanjung, memang sangat populer di tahun 1998. Ari Wibowo tetap akan berpartisipasi dalam film terbaru ini. Selain Ari Wibowo, film ini akan bertabur bintang ternama seperti, Clara Baneth, Pandhu Adjisurya, Giorgino Abraham, Kinaryosih, dan Feby Fabiola.

Jika dilihat dari trailer-nya, sepertinya film ini berlatar pada tahun 2000-an. Hal ini terlihat dari telepon umum dan pakaian yang digunakan. Kalo kamu kangen sama suasana sinetron jaman dahulu, saksikan Tersanjung yang tayang pada 19 Maret 2020.

5 Vendor Catering Pernikahan Rekomendasi Seputar Jakarta



Selain gedung atau tempat pernikahan, menentukan vendor catering menjadi hal yang sering menguras energi dan biaya. Sebab sebagai tuan rumah, tentu kita ingin memberikan sajian yang terbaik untuk para tamu.

Namun, kita juga teliti dalam memilih vendor catering agar anggaran biaya pernikahan tidak terlalu menguras kantong. Kami memberikan beberapa rekomendasi vendor catering Jakarta yang terbaik, yuk simak ulasannya.

1. Thinkasia

Berlokasi di Rukan Grand Aries, Jakarta Barat, Thinkasia menawarkan variasi menu yang sangat luas mulai dari menu khas nusantara hingga chinese food yang menarik untuk dicoba. Dengan harga yang terjangkau, Thinkasia patut menjadi catering berkualitas yang diperhitungkan seputar Jakarta Barat.

2. Dwi Tunggal Citra

Berdiri sejak puluhan tahun, DTC memiliki kelebihannya menu makanan khususnya western. Sejak dahulu, DTC memang tidak menyuguhkan paket untuk pernikahan, hanya menyediakan service fokus pada catering.

Jika berniat untuk mengadakan pesta pernikahan dan mengundang 500 undangan, DTC menawarkan harga rata – rata yang biasa digunakan.

“Untuk 500 undangan kalau dihitung kasar bisa mencapai Rp.150 juta. kita mengambil rata – ratanya saja,” tambah Pipit.

3. Puspa Catering

Sama dengan DTC, Puspa Catering juga hanya fokus pada memberikan service makanan atau catering pada sebuah acara pernikahan atau acara lainnya.

Menurut Erna salah satu marketing Puspa Catering, saat Menggelar pesta pernikahan, biasanya para tamu undangan hanya fokus pada dandanan pengantin dan juga makanan yang disajikan.

“Jadi Kita lebih fokus ke sini. Jika mau 500 undangan untuk 1000 porsi semua tergantung gedungnya. paling murah diatas Rp. 50 juta di bawah Rp. 100 juta,” ujar Erna.

Menu yang disajikan pun beragam. Menu khas Indonesia banyak mulai dari Jawa, Sunda, Sumatera. Kemudian juga tersedia menu international seperti menu Jepang, Eropa, Asia, dan Barat.

4. Alfabet

Alfabet juga sangat fokus pada pelayanan catering. Beragam menu andalan khas Asia, mulai dari Salmon Mayoyaki, Sukiyaki, Dimsum, dll. Kemudian untuk menu Eropa, terdapat Ribs Steak, Aneka Pasta, Dan masih banyak lagi.

Selanjutnya, terdapat menu Bebek, Empal Gentong dan Selat Solo yang menjadi unggulan khas makanan Jawa.

“Kami berusaha sesuai dengan permintaan custumer. Harga tergantung gedung. Beda gedung berbeda pula harga cateringnya. Kira-kira Rp.150 juta untuk 500 undangan. Kami hanya fokus dengan catering saja dan sudah rekanan dengan semua gedung di Jabodetabek,” ujar Santi salah satu marketing dari Alfabet.

5. Nendia Primarasa

Pernikahan heboh Vicky dan Angel Lelga menjadi salah satu pelanggan Nendia Primarasa. Maka tak heran jika vendor catering ini tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Catering yang berdiri dari tangan dingin Heru Pujihartono bersama Resti Nendia, memiliki kelebihan dalam segi menyediakan makanan untuk pesta pernikahan. Seperti para pengantin ingin tidak repot-repot mengurus pernikahan, Nendia menyediakan paket spesial pernikahan mulai dari akad nikah hingga resepsi.

“Harga mulai dari Ro. 135,500 juta untuk 600 orang. Ini paket dari dekorasi, gedung , catering, dokumentasi, entertainment, mc, dan kartu undangan,” kata Resti Nendia.

Makanan yang disajikan pun sangat beragam. Ada menu khas Indonesia dan juga Menu Luar Negeri.

“Mulai dari Soto Betawi, lontong Cap Gomeh, Chocolate melted, dan roster duck, dan masih banyak lagi lainnya,” tambahnya.

Catering yang mengusung tag line Tradisi Membahagiakan tersebut bisa Anda kunjungi di alamat Jl. Bina Harapan No.38 A, RT.5/RW.7, Duren Tiga, Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12760.



Indonesia’s IPR Domestic Situation

IPR protection was essentially an unusual concept in Indonesia’s national laws prior to the TRIPs agreement, due to its conflicting nature with Indonesia’s traditions and norms. This became a large problem within the IP lawyer Indonesia.

Despite the fact that intellectual property (IP) legislation existed in Indonesia as early as 1844, those Dutch colonial laws did not apply to native Indonesians. Under Dutch colonial rule, the legal system for indigenous Indonesians was adat (an extensive system of Indonesian traditional norms), which did not recognize IPR protection.

Under unwritten adat law, individual ownership in intellectual works or inventions is not recognized because knowledge is counted as public property, and its main function is to serve the public benefit. In this regard, it is not surprising if IPR protection has no strong roots in Indonesian society and there was no robust Indonesian legal tradition of protecting IPR.

Meaningful IP policy reform was taken by the Indonesian government only after Indonesia become a member of the WTO and therefore obliged to implement the TRIPs agreement.

The lack of IPR protection acceptance in Indonesian society seems to have not changed much even after more than a decade of IP policy reform. This is most evident from the fact that the number of resident patent applications in Indonesia is considerably lower compared to non-resident patent applications.

As can be seen from the WIPO statistical database from 2008 to 2017, more than 75 percent out of a total of 9,352 patent applications in Indonesia were made by non-residents.

In addition, compared to the other RCEP countries, Indonesia’s performance based on Property Rights Index in 2018 is also relatively poor. Indonesia, with an average score of 5.3, is behind New Zealand (8.6), Singapore (8.4), Australia (8.3), Japan (8.2), Malaysia (6.49), South Korea (6.47), China (5.9), India (5.6), and performs slightly better than Thailand (5.3), the Philippines (5.2), and Vietnam (5.07).

Furthermore, Indonesia’s relatively poor performance based on the Property Rights Index is also supported by the fact that Indonesia, along with India and China, has always been on the USTR Priority Watch List from 2010 to 2019, so far.

Based on the USTR Special 301 Report 2019, one of the main reasons why Indonesia has remained in the USTR Priority Watch List is widespread piracy and counterfeiting, and any kind of infringement of dangerous products.

The Compatibility of Indonesian Legal Framework on IPR

In the scope of trademarks, RCEP protects sound and scent marks, aspects that Indonesia’s existing law (Law No.15/2001 on Trademarks) does not recognize. Whether the protection of these types of marks is compatible or not with the current developments in Indonesia, this provision most likely will only serve the interests of foreign trademark owners.

In addition, RCEP’s IP also introduces a new mechanism called an “electronic trademark system,” a system for the electronic application for and maintenance of trademarks. To date, Indonesia does not have an online trademark registration system, as a consequence, the necessary foundation for this purpose needs to be established.

In terms of patent protection, RCEP provides provisions for broadening the scope of patentability to explicitly allow for new forms and new uses of known substances, even when there is no evidence of enhanced efficacy; patent term extensions to compensate for patent office or marketing approval delays, and data exclusivity.

With regard to industrial design, the RCEP has a specific clause on improving industrial design systems, particularly on facilitating the process of the cross-border acquisition of rights. Indonesia’s industrial design law (Law No.31/2000 on Industrial Design) does not have specific provisions on this issue. In this regard, the Indonesian government needs to improve the infrastructure and enhance its human resources to facilitate the cross-border acquisition of rights.

In regard to copyrights, the RCEP extends the duration of copyright protection. Under the TRIPs agreement, the duration of copyright protection is the life of the author plus 50 years after the author’s death. Under the RCEP, the protection is extended to a minimum of 70 years after the author’s death.

In addition, RCEP also incorporates new provisions on Technological Protection Measures (TPMs); Rights Management Information (RMI); and Collective Management. Under the Collective Management clause, the RCEP allows the recognition of the important role of collective management societies for copyright and related rights in collecting and distributing royalties. In all those aspects, Indonesia’s current copyright law (Law No.28/2014 on Copyrights) already complies with the RCEP’s IP.

On trade secret protections, Indonesian law to some extent has met the minimum requirements under the RCEP’s IP. Indonesian current law on trade secrets (Law No.30/2000 on Trade Secret) provides specific criminal provisions to prevent misappropriation of trade secrets. However, Indonesian national legislation does not have a specific clause on preventing misappropriation of trade secrets conducted by state-owned enterprises (SOEs).

In addition, to ensure the compatibility of Indonesia’s laws on IPRs, the RCEP members are also required to ratify other international agreements on IPR other than the TRIPs Agreement. This means, if Indonesia intends to join the RCEP, Indonesia will be required to accede to the rest of the international IP agreements: the Madrid Protocol, Budapest Treaty, Singapore Treaty and UPOV.

The RCEP’s IP Chapter provides higher standards for IPRs protection than Indonesia’s existing laws. Despite the fact that Indonesia’s existing IP legislation is TRIPs compliant, some aspects under Indonesia’s existing legal framework are incompatible with the RCEP’s IP.

In this regard, it is crucial to ensure that the Indonesian legal framework is compatible with the RCEP’s IP and also to ratify other international agreements on IP that have not been ratified by the Indonesian government. This may not be easy since the process for amending national laws and also ratifying international agreements under the current legislative process cannot be done in a short period of time.

Based on the assumption that the Indonesian government is still far behind in preparing this regulatory framework on IPR, not to mention providing the prerequisite infrastructure and social safety net, Indonesia’s intention to join RCEP is undermined by these realities.

Brand Registration in Indonesia: Step by Step

Trademark registration Indonesia – In Indonesia the legal basis is the Trademark Act No. 15 Year 2001. Trademark protection is only obtained by registration. Protection based on prior use for unregistered trademarks is not available. Indonesia follows the first-to-file system.

Trademark registration: Requirements

A trademark application or brand registration in Indonesia has to be filed before the Trademark Office by a local registered IP agent. Foreign applicants must file an application via a local registered trademark agent appointed as their proxy. A simply signed power of lawyers and the Declaration of Entitlement are required.

Trademark registration: Procedure

The application process includes a formal examination and an examination of distinctiveness and similarity with prior trademarks. It takes approximately 18-30 months from first filing to registration. After passing the examination stage, the trademark is published in the Trademark Official Journals for three months (“Tambahan Berita Negara Merek Dagang Perusahaan dan Perniagaan”). The opposition period is 3 months from publication of the trademark application. During the publication, any party may file an opposition with the Trademark Office against your trademark application.

Trademark registration: Duration

A trademark registration in Indonesia is valid for 10 years and starts with filing date. The registration is renewable for periods of 10 years.

Trademark registration: Methods

NATIONAL REGISTRATION: If you just want to register your Trademark in one country, it is sufficient to apply for a national registration at the local trademark office.

As an extra note, any third party shall be able to file a request for the deletion of the registration of a mark at the commercial court, on the following grounds: a. the mark which has not been used for 3 (three) consecutive years in trade of goods and/or services from the date of registration or of the last use, except there is an excuse which is acceptable to the Office; or b. the mark is used for the kind of goods and/or services, which is not in pursuant to the kind of goods, or services for which the mark application for registration was filed, including the use of the mark, which is not in accordance with the registered mark.

5 Aplikasi ERP Penunjang Bisnis

Di zaman serba digital ini, manajemen bisnis berbasis ERP diperlukan bagi para pebisnis yang ingin bisnisnya lebih terstruktur, dan efisiensinya meningkat. Tak terkecuali di Indonesia, dengan perkembangan bisnis yang semakin menjamur, maka sistem ERP diperlukan untuk bisnis dalam berbagai sektor.

Nah, berikut kami mempunyai rekomendasi 5 aplikasi ERP di Indonesia yang patut dipertimbangkan bagi para pemilik bisnis ;

  1. Hashmicro

Mengusung slogan “system ERP terbaik di Indonesia”, perusahaan asal Singapura ini menawarkan sistem ERP yang terintegrasi dengan inventory, manufacturing, dan accounting.

2. Ecountrp

Aplikasi ERP ini menawarkan paket yang cukup lengkap dengan harga yang terjangkau. Mulai dari 700 ribu perbulan, anda dapat menikmati sistem ERP berbasis web.

3. Zahir Enterprise Plus

berdiri sejak tahun 1996, Zahir enterprise menawarkan sistem online antar cabang bisnis, dan garansi 1 tahun semenjak pembeliannya. Mulai dari harga 2 juta, anda dapat menikmati sistem ERP zahir, dimana nantinya ada juga fitur tambahan yang bisa anda beli untuk menunjang bisnis anda.

4. Odoo

Odoo merupakan sebuah software open-source yang dapat membantu mengelola bisnis secara keseluruhan. Modul yang difasilitasi Odoo antara lain penjualan, akuntansi, POS, inventaris, dan fitur manajemen proyek. Odoo menawarkan perangkat MPR terpadu untuk PLM dan pemeliharaan berkala, berbagai fitur pemasaran email, dan helpdesk. Namun ada pula kekurangan Odoo yaitu tidak adanya search engine dalam sistem sehingga pencarian data tidak bisa langsung ditemukan. Selain itu, pengoperasian Odoo lebih sulit jika dibandingkan dengan sistem ERP lainnya sehingga akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk memahami dan menyesuaikan.

5. Vontis

Software inventory barang ini menawarkan paket ERP yang cukup lengkap, disertai free demo, fitur yang ditawarkan beragam mulai dari inventory hingga accounting.

Indonesia’s 2019 Top Lawyers

To be part of Indonesia’s top lawyers, one needs to be “communicative, responsive and supportive”, according to Rany Anggrainy, human resources and general administration manager of Geodis Wilson in Indonesia, when describing Indra Setiawan, a partner at ABNR.

“Indra’s response helps me to make further decisions for my company. I am happy having him as my business partner,” she adds.

“Commercial, responsive and well informed” are the specification that Freddy Karyadi, a partner at ABNR, possess, according to Matt Richards, founder and managing director of Watiga Trust in Singapore.

Muhammad Bhadra Aditya, legal, compliance & government relations manager at Digital Alpha in Indonesia, says people needs to “understand what the client needs and always come up with practical legal and commercial solutions”, which is how he described Abadi Abi Tisnadisastra, a partner at Akset Law Firm.

Speaking of Andi Walli, one of the founders and managing partners of Andi & Law, Nanda Juwita, a senior legal personnel at Cipta Integra Duta, says: “Andi is the full package when it comes to a high-quality lawyer … he is highly skilful, and has integrity and professionalism, yet is easy going.”

These comments, submitted to Asia Business Law Journal by the clients of Indonesian lawyers, suggest that they not only look for lawyers with an extensive knowledge of the law, but also those who are experienced, have skills to communicate, the ability to tailor-make solutions, and be professional and personable with their clients.

In addition, most international clients seek out Indonesian lawyers who have international experience and great mindset.

Spotlighting The Individual

With the largest economy in Southeast Asia, Indonesia’s economy has been growing at a respectable rate of 5% over the past five years amid a global slowdown, with the Indonesian government investing in US$350 million worth of infrastructure, the largest the country has even seen, and enjoying low levels of unemployment. Although the recent presidential elections create some uncertainty, it is expected that Indonesia’s economy will keep pushing forward.

In its effort to improve Indonesia’s business environment by attracting foreign direct investment, the government has been upgrading power and other infrastructure, aggressively prosecuting more corruption cases, and taking parts to improve the regulatory environment to sustain economic development and create new industries.

Indonesia’s legal system is largely based on Dutch colonial law as a result of 350 years of Dutch colonial rule until it’s independence in 1945, when the country started to establish its own laws by modifying existing Dutch legal principles and adapting from customary law that existed before colonization, as well as Islamic law (sharia), which applies to Muslims. Judicial precedent is not a source of law in Indonesia.

The Indonesian legal market has been making its best efforts to rebuild since 2016 despite economic challenges. Today, the Indonesian legal market continues to be one where clients seek out good lawyers, rather than good law firms.

Perhaps this is because of the respect and trust individual lawyers have built and nurtured in lawyer-client relationships, and, more importantly, their own reputation, which far outweighs their firm’s brand name or firm size, factors that are predominant in more developed jurisdictions.

This list is based on extensive research and nominations received from in-house counsel based in Indonesia and elsewhere, as well as Indonesia-focused partners at international law firms based outside Indonesia. Nearly all of the A-list lawyers are located in the country’s capital, Jakarta. This may reflect the premium on lawyers who are well placed to have their ear to the ground with regard to developments among the financial and sector-specific regulators, and within the corridors of power in government.

As would be expected, the heads of Indonesia’s top law firms are on the A-list. These include: Ahmad Fikri Assegaf, a partner at Assegaf Hamzah and Partners, who is described by Anne Yeo, co-head and equity partner at Rajah & Tann Singapore, as “a dynamic, articulate, knowledgeable and commercial minded lawyer who stands out with his ability to identify legal and commercial issues”.

Daru Lukiantono, the head of IP lawyer indonesia‘s practice group at Hadiputranto, Hadinoto & Partners, is described by Louis Chan, senior legal of counsel at The Procter & Gamble Company, as “having a good grasp of IP law and practice, and being responsive to client needs”.

Also making the list are: Linda Widyati, a founding partner of Linda Widyati & Partners; David Tobing, a founding partner of Adams & Co; Andi Simangunsung, managing partner at AFS Partnership; Sri Rahayu, managing partner at Rahayu & Partners; Aurora Nia Pratiwi, founding partner of ANC Attorneys at Law; and Bagus Nur Buwono, managing partner at Bagus Enrico & Partners.

High praise

Marissa Octrinanda, a business development personnel at Kian Santang in Indonesia, spoke about Dianyndra Kusuma Hardy of Suhardi Somomoljono & Associates: “Dianyndra always believe in the ethos of the client, not the lawyer, determining the format and amount of legal services to be provided.

He listens to the client, takes the time to determine client’s wants and needs, and works within that framework.” She adds, “Dianyndra works to ensure that the scope of his legal services stays consistent with our expectations and budget.”

Fabian Buddy Pascoal, a partner at Hanafiah Ponggawa & Partners, received high praise from Azman Jaafar, the deputy managing partner at RHT Law Taylor Wessing in Singapore: “Fabian is one of those rare lawyers who navigates the legal world and the business world seamlessly … by being actively involved in the business community, Fabian is able to get a deep understanding of the needs of his clients and offer advice attuned to the business landscape.”

Catherine Stemp, executive director and senior counsel at Goldman Sachs, Hong Kong, commended Theodoor Bakker, foreign counsel at ABNR, with this observation: “Theo has an encyclopaedic knowledge of Indonesian law as it relates to our finance business, as well as strong regulatory relationships and knowhow, which means that we get accurate, relevant and up-to-date steers on how to structure and run our business.”

Toplist women lawyers

Not to be outclassed by their male peers, a good portion of the A-list was filled by Indonesia’s leading women lawyers including: Helena Adnan, a senior partner at Adnan Kelana Haryanto & Hermanto, who also serves as director of legal and compliance, and independent director at Pelita Samudera Shipping; Melli Darsa, founder and senior partner at Melli Darsa & Co, who was recently named one of Globe Asia’s 99 most powerful woman in Indonesia; and Irawati Hermawan, managing partner at Hermawan Juniarto, who is currently active in several organizations such as the Indonesia Chambers of Commerce, the Indonesia Transport Society and the Indonesia Advocates Association. 

SH Fransisca, a partner at Makes & Partners, received praise from Lawrence Foo, a partner at WongPartnership in Singapore, who says, “Fransisca is a top corporate finance lawyer, and also has considerable experience in the real estate and M&A practices. Her strong analytical skills and ability to provide legal solutions place her in the top bracket of lawyers in Indonesia.”

Kevin Kileen, managing counsel at Amway, USA, describes Chandrawati Dewi, a partner at Ali Budiardjo Nugroho Reksodiputro, as “an exceptional lawyer, and we have worked with lawyers and firms around the world in gaining this perspective”. He adds, “she is a wise business counsellor, providing both accurate legal advice and common sense, [and] practical solutions that help us operate in a compliant, growth-oriented manner.”

The Future Lawyers

Included in the A-list lawyers is also Indonesia’s young legal talent. Pramudya Oktavinanda, managing partner at UMBRA Strategic Legal Solutions, received this positive note from Hendrawan Hendrawan, AVP – financial advisory services at RHB Sekuritas, Indonesia: “Pramudya is a young, passionate and talented lawyer. He always shows professionalism, providing significant solutions and advice in situations involving legal matters. I believe he will become one of the influencing leaders in legal practice in the future.”

Satisfied clients such as these are what make a lawyer or foreign legal consultant, counsel or adviser one of Indonesia’s top 100.

Compiling the Toplist

The Toplist is based on extensive research conducted by Asia Business Law Journal. To identify the top 100 lawyers in Indonesia, we turned to thousands of in-house counsel in Indonesia and around the world – as well as partners at international law firms – and asked them to tell us which lawyers should make the cut.

Nominations were made by professionals at a wide range of Indonesian and global companies, financial institutions and law firms, including: Adani Global; Allen & Gledhill; Amway; Astro Computer; AUG Consulting; Badan Pertanahan Nasional; Bank ANZ; Bank CIMB Niaga; Bank Dinar Indonesia; Bank Mandiri; Baramulti Group; BDO Indonesia; Beijing Kingsoft Office Software; Bintraco Dharma; BT; Carlson Rezidor Hotel Group; Centrepark Citra Corpora; Chatham House; Citibank; CMS; Covington & Burling; DLA Piper; Goldman Sachs; Grab; Hogan Lovells; Hutchison 3 Indonesia; Indonesia Stock Exchange; Konsultan Partisipasi Publik; KTC Coal Mining & Energy; Linklaters; Mapletree Investments; Mayer Brown; Mitsui & Co; Mizuho Asia Partners; Moka Teknologi Indonesia; Morrison & Foerster; Nestle Indonesia; Nishimura & Asahi; ORIX Corporation; Panasean Investama Indonesia; Panasonic Gobel Energy Indonesia; Pasifik Satelit Nusantara; Pengadilan Negeri Bangko; Pengelolah RPTRA; PT Indonesia Power; PT Jasa Digital Nusantara; Public infrastructure development of Dki Jakarta Province; RHB Sekuritas Indonesia; Saipem Indonesia; Singapore Airlines; Telekomunikasi Indonesia; Total Marine & Claims Services; Volvo Group Trucks Asia; Watiga Trust; Xendit; Xiaomi Communications Indonesia; and many more.

All Indonesian private-practice lawyers were automatically eligible for inclusion in the nominations process and, as always, there were no fees or any other requirements for entry.